Pemurnian Akal
Pemurnian Akal
Sebagaimana kita memiliki kepentingan untuk pencucian dan pemurnian tubuh, kita juga memiliki kepentingan, bahkan lebih penting lagi, agar akal kita dicuci dan dimurnikan. Semua ketidakmurnian menyebabkan penyakit sebagaimana ketidak-aturan dalam kerja sistem fisik. Hukuml yang sama berlaku bagi akal. Ada ketidakmurnian-ketidakmurnian akal yang menimbulkan penyakit yang berbeda-beda. Dengan mencuci akal, orang membantu menciptakan kesehatan baik pada tubuh maupun pada akal. Pemurnian akal dapat dilakukan dengan tiga cara.
Cara yang pertama adalah menenangkan akal, karena sangat sering aktivitas akal yang memproduksi ketidakmurnian pada mental seseorang. Penenangan akal menghilangkan ketidakmurnian darinya. Ini seperti mengembalikan akal pada kondisi alamiahnya. Akal dapat diumpamakan seperti kolam air. Ketika air dalam kolam tidak terganggu, maka pantulan menjadi jelas. Begitu pun dengan akal. Jika akal terganggu, orang tidak dapat menerima intuisi, inspirasi, dengan jelas di dalamnya. Sekali akal tenang, ia akan memberikan pantulan yang jelas, seperti yang terjadi pada kolam air ketika air di kolam itu tenang.
Kondisi ini bisa didapatkan dengan cara mempraktikkan penenangan pada tubuh fisik. Dengan duduk dalam postur tertentu maka pengaruhnya tercipta. Dalam sains, para mistikus mengetahui cara-cara duduk yang berbeda dalam keheningan, dan setiap cara mempunyai signifikansi tertentu. Dan bukan hanya signifikansi yang bersifat imajiner; ia juga memproduksi hasil yang nyata.
Kita mengalaminya dalam kehidupan sehari-hari kita. tetapi kita tidak memikirkannya. Kita pernah duduk dengan cara tertentu tetapi kita malah merasa gelisah; dan pernah duduk dengan cara yang lain dan kita merasa damai. Posisi tertentu membuat kita merasa terinspirasi, dan cara duduk yang lain membuat kita lesu, tidak memiliki antusiasme, dan kita perlu untuk lebih memerhatikan hal tersebut guna membersihkan sugesti buruk pada diri kita.
Cara kedua memurnikan akal adalah dengan cara pernafasan. Selain fungsinya untuk mengeluarkan karbondioksida pada tubuh, nafas juga berfungsi untuk mengeluarkan sesuatu yang buruk dari akal. Makanya tidak heran jika para biksu, yogi dan ahli mistik dari berbagai agama, menjadikan nafas sebagai salah satu metode bagi mereka untuk memperkuat kesadaran mereka. Itulah sebabanya mengapa para ahli mistik menggabungkan pernafasan dengan postur. Postur membantu penenangan akal, sedangkan pernafasan membantu membersihkan akal; keduanya berjalan bersama-sama.
Cara ketiga memurnikan akal adalah dengan sikap; dengan sikap yang benar terhadap kehidupan. Menuju pemurnian adalah cara moral dan jalan agung. Orang bisa saja bernafas dan duduk dengan ribuan postur, tetapi jika tidak mempunyai sikap yang baik terhadap kehidupan, dia tidak akan pernah berkembang. Itu hal yang prinsip. Pertanyaannya adalah: apakah sikap yag benar itu? Sikap yang benar bergantung pada bagaimana menyenangkannya orang menghargai kelemahannya sendiri. Sangat sering orang siap membela dirinya sendiri atas kesalahan dan kekhilafan yang dibuatnya, dan keinginan mambuat kesalahan sendiri menjadi benar, tetapi ia tidak melakukan hal yang sama kepada orang lain. Orang menganggapnya sebagai tugasnya ketika harus menilai orang lain. Hal ini menjadi sangat krusial saat ini, karena secara tidak sadar orang-orang zaman sekarang menganggap bahwa hal yang diluar dirinyalah yang bermasalah, tanpa mencoba menimbang kembali pandangan mereka terhadap apa-apa mereka lihat. Karena satu-satunya jalan untuk mengubah kenyataan ialah dengan mengubah pandangan kita sendiri terhadap konsepsi yang telah kita buat. Menimbang kembali pemikiran yang kita adopsi, reproduksi, membangun kembali ruang bagi sesuatu yang lebih memungkinkan bagi kita untuk hidup lebih bebas, berdaya, kreatif dan menciptakan sesuatu yang indah dalam hidup ini. Dunia ini banyak ketidaksempurnaan, dan selama seseorang hanya memandang ketidaksempurnaan tersebut, maka selamanya hidupnya dalam penderitaan. Damn....
Sebagai kesimpulannya, dalam bukunya ‘’The Heart of Sufism” karya Hazrat Inayat Khan, beliau memaparkan tiga hal yang dapat membantu seseorang untuk mengembalikan kemurnian akal mereka. Yang pertama, dengan bernafas dengan benar, kedua, dengan memperbaiki postur tubuh dan yang ketiga, dengan bereaksi terhadap sesuatu dengan sadar.
Komentar
Posting Komentar