Wanita Bukan Pembohong
Tulisan ini berdasarkan dari ‘library research’ yang kami lakukan dari buku yang berjudul “The Way Of The Superior Man” karya David Deida. Tulisan ini bertujuan untuk ‘membuka tabir’ terkait apa sebenarnya yang ingin disampaikan oleh seorang wanita.
Esensi dari seorang wanita adalah sifat feminin. Seseorang dengan sifat feminin ini terlihat dari luar sebagai orang yang tidak menepati perkataan mereka sendiri. Berlainan dengan sifat maskulin yang ciri khasnya memegang dan menepati perkataan mereka sendiri. Dalam ‘alam’ feminin, kata-kata dan realita menempati tempat kedua setelah emosi dan suasan hubungan emosional yang berubah-ubah. Jadi jika seandainya, wanita atau cewek anda berkata “I hate you” atau “Kamu kacci”, itu tidak sepenuhnya berarti demikian, itu hanyalah ekspresi dari gelombang emosi yang mereka rasakan pada saat itu. Dan itulah mengapa kita lihat kenapa perempuan moodyan. Karena mereka bekerja sesuai dengan suasana perasaan mereka. Dan tentu dalam pandangan maskulinitas akan menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang serius karena dalam ‘alam’ mereka menepati perkataan adalah ‘jalan ninja’ mereka. Jadi, kesimpulannya, apa yang dikatakan wanita hanyalah ekspresi dari gelombang perasaan saat itu juga. Bukanlah sesuatu yang berkaitan dengan kejadian atau fakta yang terjadi di masa lalu ataupun masa sekarang, itu hanyalah ekspresi dari perasaan tidak dicintai.
Komentar
Posting Komentar