Mutiara Hadits #1

Keutamaan Ahli Quran Di Sisi Allah ﷻ

Anas RA meriwayatkan dari Rasulullah ﷺ yang bersabda, “Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia.” Para sahabat bertanya, “Siapakah mereka Ya Rasulullah?” “Para Ahli Al-Qur’an, merekalah keluarga Allah ﷻ  dan hamba pilihan-Nya,” Jawab Rasul.  

At-Tirmidzi mengomentari hadits di atas bahwa yang dimaksud dalam hadits tersebut ialah orang-orang yang membaca Alquran yang terbebas dari kotoran dosa zahir dan batin, lalu menghiasi diri mereka dengan ketaatan kepada Allah ﷻ. Ketaatan kepada Allah ﷻ bisa kita mulai dengan menjaga kehalalan makanan dan minuman kita, menjaga lisan dari mengucapkan perbuatan yang sia-sia, menjaga pandangan dari hal-hal yang diharamkan, menjaga kedua tangan agar tidak mengambil yang bukan haknya, menjaga hati agar terhindar dari buruk sangka, dan mengisinya dengan kalam-kalam Ilahi. Semua ini adalah bentuk ketakwaan yang wajib diamalkan setiap mukmin khususnya penghafal Alquran. Menghafal Alquran bukanlah ukuran seseorang tersebut dikatakan sebagai Ahli Qur’an akan tetapi ahli quran yang dimaksud ialah orang yang membaca Alquran dan mengamalkan isinya.  Mengamalkan semua isi dalam ayat Alquran tentulah sulit untuk kita lakukan, akan tetapi sulit bukan berarti menjadi alasan bagi kita untuk meninggalkan kewajiban mengamalkan isinya, seperti sebuah kaidah mengatakan, “Jika tidak bisa dikerjakan semuanya, jangan tinggalkan semuanya”. Sebagai langkah awal dalam mengamalkan Alquran yaitu rasa takwa kepada Allah ﷻ, baik dalam keadaan tampak maupun sunyi. Berhati-hati dalam menjaga kehalalan makanan, minuman, pakaian, tempat tinggalnya. Memahami kondisi zaman yang penuh dengan kerusakan di dalamnya sehingga dia dapat berhati-hati dalam menjaga segala urusannya, dan berusaha selalu memperbaiki urusannya yang rusak. Ia juga hendaknya menjaga lisannya dari ucapan-ucapan yang jelek. Menimbang segala hal yang keluar dari lisannya berdasarkan ilmu. Ilmu yang membawa seseorang takut akan pekerjaan yang tidak membawa manfaat, terhadap lisan yang berucap hal-hal buruk, terhadap perasaan sombong, iri dan dengki kepada orang lain, dan mengisinya dengan sifat-sifat yang baik seperti, kerendahan hati, kesabaran, syukur, selalu menolong dan sifat-sifat baik lainnya. Semua itu adalah makna-makna ruhani yang dapat kita temukan di dalam kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ yakni Alquran. Kitab suci yang menerangi setiap peradaban yang menjungjungnya dan menghancurkan setiap peradaban yang mendustakannya. Mari dari itu, jangan tinggalkan Alquran, baik itu sebagai bacaan, pedoman hidup, sumber inspirasi dan segala hal-hal baik lainnya yang melekat padanya. Terima kasih. 

Pamulang, 27 September 2024

Ikrar Ammar Andrias Lau 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Seni Bersikap Bodo Amat Dalam Al-Quran

Inisiator