Keajaiban Burung (Tadabbur Surah An-Nahl ayat 79)

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

اَلَمْ يَرَوْا اِلَى الطَّيْرِ مُسَخَّرٰتٍ فِيْ جَوِّ السَّمَاۤءِ ۗمَا يُمْسِكُهُنَّ اِلَّا اللّٰهُ ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ 

“Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dapat terbang di angkasa dengan mudah. Tidak ada yang menahannya selain Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang beriman.” 
(QS. An-Naḥl [16]: 79)
Jika seorang mukmin mempunyai bakat penyair, maka tentulah dia akan mengeluarkan kalimat- kalimat untuk mengungkapkan kekagumannya akan ciptaan Allah ﷻ. Tentulah kekaguman akan ciptaan Allah ﷻ hanya bisa dirasakan oleh orang-orang beriman sebagaimana disebutkan dalam ayat di atas. Adapun orang-orang kafir, mereka tertutup akan keindahan ciptaan-Nya. 
Keajaiban di alam semesta ini merupakan manifestasi dari keindahan sang Khaliq, termasuk di dalamnya hewan unggas yang bernama burung, dengan keindahannya yang terbang kesana kemari layaknya bidadari-bidadari udara, menciptakan pertanyaan kenapa mereka bisa terbang dengan begitu tenang? Apa yang membuat mereka dapat menangkap mangsa dengan ketepatan yang begitu luar biasa? 
Mengutip dari artikel tafsirquran.id, bahwa ada dua bagian dari tubuh hewan unggas ini yang membuat mereka bisa terbang yaitu sayap dan bulu. Sayap adalah bagian semacam tangan pada  burung yang mempunyai sendi dan peluru yang besar dan kuat di bagian bahu. Sendi ini sangat  khusus, dan digunakan untuk melakukan gerakan-gerakan yang sangat rumit. Fungsinya ialah dengan sendi-sendi tersebut burung dapat bermanuver dengan baik di udara. 
Selain sayap yang membantu burung terbang di udara, bulu juga mengambil peran penting dalam hal ini. Bulu pada burung terdiri dari beberapa macam, ada bulu kontur, bulu halus, semi bulu, bulu sikat, filoplum, dan terakhir bulu terbang. Bulu terbang adalah bulu khusus yang ada pada sayap dan ekor. Bulu ini pada umumnya adalah bulu dengan struktur yang paling kaku dan dengan ukuran yang paling besar pada burung, dan polanya mirip bulu burung pada umumnya. 
Ukuran, kekakuan, dan bentuk bulu terbang semuanya berfungsi untuk membantu burung mengatasi daya tarik bumi dan terbang di udara. Bulu-bulu terbang yang meliputi sayap ini disebut dengan remiges. Remiges terbagi menjadi tiga, yaitu bulu primer yang terdapat pada sayap bagian luar, bulu sekunder yang terdapat pada sayap bagian dalam dan bulu tersier yang berada di ‘lengan atas’ burung, bulu ini merupakan bulu terbang yang pendek dan paling dalam di tepi belakang sayap, dekat dengan tubuh burung. Bulu ini tidak sepenting bulu primer dan sekunder untuk terbang. 
Selain itu, fungsi bulu yang lain ialah sebagai penyekat panas, perlindungan terhadap air, kamuflase dan menarik lawan jenis. Dari sini, dapat kita pahami bahwa kekayaan ciptaan Allah ﷻ begitu luas dan dalam, hingga untuk mengetahui rahasia-rahasia pada makhluk satu ini memerlukan penelitian yang begitu banyak. Sehingga, kita sebagai orang yang beriman tentulah wajib bagi kita untuk selalu mentafakkuri akan ciptaan-Nya. 

“Dengan merasa tidak tahu, maka rasa ingin tahu akan muncul dan mengubah kita menjadi lebih bersemangat untuk lebih banyak tahu dan ini semua tentang tahu”
(Ikrar Ammar, Mahasiswa PTIQ)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebuah Seni Bersikap Bodo Amat Dalam Al-Quran

Inisiator